Aku benar-benar...

Minggu, Oktober 12, 2008

Aku benar-benar tidak habis pikir,
koq bisa, kamu percaya ucapan orang yang tidak pernah tahu akan diriku?
koq bisa, kamu lebih percaya orang lain padahal kamu sendiri yang mengetahui?
koq bisa, kamu bohongi nuranimu dan tebarkan fitnah atas hembusan orang lain?
koq bisa, kamu mencintai tapi hina dan hancurkan hati orang yang kamu cintai?

Aku benar-benar tidak bisa percaya,
koq bisa kamu tega lakukan semua ini hanya sekedar untuk puaskan egomu.
koq bisa kamu tega tuduhkan fitnah hanya karena percaya ucapan orang pintar-mu?
koq bisa kamu tega ingkari dan tarik semua ucapan yang telah kamu katakan?
koq bisa kamu tega sakiti orang-orang yang telah kita sakiti?

Ya Allah, demikian kayakah dia sehingga boleh rendahkan hamba?
Ya Allah, demikian sombongkah dia sehingga boleh berlaku pongah pada hamba?
Ya Allah, demikian benarkah dia sehingga boleh tuduhkan sesuka hatinya?

¨

AddThis Social Bookmark Button


Wajah Cinta

Selasa, Juli 29, 2008

Aku tahu dan sadar tentang hatiku, tentang harapanku, tentang keinginanku dan tentang semua hal yang ada dalam hatiku. Aku juga tahu dan kenal wajah cinta yang ada dalam hatiku.

Aku tidak tahu apakah wajah cintamu hanya menyukai atau pertemanan karib, yang cuma memiliki wajah keintiman belaka. Apakah wajah cintamu menjadikan suatu keterikatan, kehangatan, dan kedekatan denganku tanpa adanya hasrat atau komitmen?.

Aku juga tidak tahu apakah wajah cintamu hanya tergila-gila atau pengidolaan, hanya memiliki wajah hasrat. Apakah wajah cintamu "Infatuated Love", sebagai "cinta pada pandangan pertama" tanpa adanya wajah keintiman dan komitmen?

Aku juga tidak tahu apakah wajah cintamu adalah cinta dengan wajah tunggal komitmen di dalamnya. Bukankah mungkin wajah kecintaan itu berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah komitmen tanpa adanya keintiman dan hasrat?

Aku juga tidak tahu apakah wajah cintamu adalah cinta yang memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat, keintiman melalui dorongan hasrat?

Aku juga tidak tahu apakah wajah cintamu adalah companionate love yang telah kehilangan hasrat tetapi masih memiliki perhatian dan keintiman yang dalam serta komitmen?

Aku juga tidak tahu apakah wajah cintamu adalah fatuous love dan wajah komitmen tampil karena dilandasi oleh hasrat, tanpa adanya pengaruh keintiman sebagai penyeimbang?.

Aku juga tidak tahu apakah wajah cintamu adalah consummate love, cinta yang begitu aku harapkan darimu? Cinta yang begitu lengkap dari semua unsur wajah cinta itu sendiri. Wajah cinta yang ingin kudapatkan darimu walapun penuh dengan ketidakpastian dan dengan semua keyakinan yang ada padaku.

Aku tak tahu apa wajah cintamu....

¨

AddThis Social Bookmark Button


Kita

Rabu, April 23, 2008

Our relationship is intense and complex. We engage in deep, intense discussions and encounters that unveil our innermost thoughts, feelings, goals, hopes, fears, and ambitions. This is not a superficial relationship! We are very uninhibited with each other, and we open up to each other more readily than to others. Be wary of power struggles, however, me, in particular, may be tempted to manipulate and control you. Also, either of us may feel threatened, embarrassed, or disempowered by revealing so much of ourself to the other, and consequently feel the need to be secretive and competitive with each other. We have a profound influence upon one another, for good or ill.

¨

AddThis Social Bookmark Button


Kamu & Aku

We enjoy a high degree of harmony and congeniality in our relationship. We have much in common in terms of styles, tastes, and entertainments. We work together well on projects that involve a strong aesthetic, artistic, or social element.
Enthusiasm, optimism, and good will are very strong. I am able to see ways that you can grow, expand, and develop in practical and concrete ways as well as in attitude and inner ways. I, however, may try to push you too hastily and be deceived by unrealistic expectations, resulting in foolish joint speculations and unsuccessful ventures. Try not to let our shared enthusiasm and optimism spawn unrealistic hopes and expectations.

¨

AddThis Social Bookmark Button


Aku & kamu

We inspire each other to try new things, experiment, and investigate alternatives. We may have met each other, for example, during a time period when both of us were breaking free from traditional values and exploring new possibilities. This is a good relationship for shared creative, innovative activities. We inspire each other, and have good times together, but we also find that commitments or contracts with each other are difficult to adhere to over time. This relationship works well as long as we don't make too many demands on each other.

¨

AddThis Social Bookmark Button


Sisa waktu

Selasa, April 15, 2008

Jika aku hanya dapat menemuimu dikala kamu tidak ada kegiatan dan kamu katakan itu adalah sisa waktuku...
Jika setiap kesempatan aku selalu ingin bersama kamu dan dikala saat itu ada lalu kamu katakan bahwa itu adalah sisa-sisa waktuku...
Jika yang kamu maksud ada setiap waktu untuk kamu yaitu dikala waktu senggangmu....

karena waktu...
sisa waktu...
egois...
terkikis habis

¨

AddThis Social Bookmark Button


Bahagiaku bila kau bahagia!

Rabu, Maret 26, 2008

Sebelum kau kubur aku...

Kamu bisa lakukan apa saja di laptopmu dan akhirnya kamu bt karenanya. Aku akan datang tuk perbaikinya dan bantu apa yang hendak kamu lakukan.

Kamu selalu pegal-2 dan tidak menentu pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan aku akan berikan tanganku tuk pijat dirimu dengan penuh kelembutan.

Aku tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari kecintaaku kepadamu.

Untuk itu,
jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, hatiku, perasaanku perhatian dan kecintaaku tidak cukup bagimu,
aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, mata, hati, perhatian dan cinta lain yang dapat membahagiakanmu.

Jika kamu sudah tidak menginginkanku untuk terus lakukan semua hal untukmu... Jika kamu tidak puas terhadap apa yang dapat aku lakukan untukmu... Kubur aku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.

Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.

¨

AddThis Social Bookmark Button


Andai benar itu maumu...

Selasa, Maret 25, 2008

Andai ku tahu sebelum itu...
Andai benar itu maumu...
Andai waktu dapat berulang kembali...

Kutakkan ikuti irama hatimu....
karena kini semakin kutahu hatimu
dan semakin mengerti kecintaanmu...

Kujalani kehidupanku denganmu...
karena semakin kuyakin akan kecintaanmu
semakin kuikhlas tuk mencintai dan mengayomimu

Kini kutahu, benar itu maumu
sayang waktu tak berulang...
karena waktu.... akhirnya kau kubur aku!

¨

AddThis Social Bookmark Button


dikubur aku...

Hariku telah tiba...
Selamat tinggal semua...
Saat ini semua sunyi...
begitu sunyi...
ku terkubur kini.

Tidak ada lagi... kecintaanmu!
Tidak ada lagi... perhatianmu!
Tidak ada lagi... kerinduanmu!
Tidak ada lagi... kemesraanmu!

Tinggallah kini muakmu atas diriku
Tinggallah kini bencimu pada diriku
Tinggallah kini kedongkolanmu padaku
Tinggallah kini ketidakperdulianmu

dikubur aku...
terkubur aku..
kuburlah aku..
kau kubur aku!

¨

AddThis Social Bookmark Button


Kalau itu maksudmu...

Kamu bisa berbuat apa saja yang kamu mau...
Kamu bisa mencoba semua hal yang kamu mau
Kamu bisa lakukan semua yang kamu mau..
Kamu bisa abaikan semua hal tentang aku...

Kalau itu maksudmu...

¨

AddThis Social Bookmark Button


Koq bisa karena waktu...

Minggu, Maret 23, 2008

Kepastian itu mau mu,
kemauanmu tidak kenal waktu,
itulah sebabnya kemauan adalah waktumu!

¨

AddThis Social Bookmark Button


Logikaku tidak mampu menghitung kepastian itu

Sabtu, Maret 22, 2008

Yang tercinta,
Maafkan aku, aku tidak akan menjadi suamimu sebelum aku benar-benar mampu tuk mengayomi dengan tulus dan ikhlas. Aku masih lebih sering mementingkan diriku sendiri, memilih untuk berdebat mengenai hal-hal yang tidak pernah kita perdebatkan...

Yang tercinta,
Maafkan aku, untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah kamu berikan, namun aku belum membalasnya dengan perhatian dan kasih sayang yang sama yang sudah kamu tumpahkan padaku. Aku bukannya tak mau dan aku bukannya tak mampu. Kadang-kadang apa yang telah terucapkan, apa yang telah tertanam dihatiku, menjadikan dasar logika saat menjawab semua pertanyaanmu... padahal kutak inginkan logika atas kecintaan itu...

Maaf.. logikaku tidak mampu menghitung kepastian itu...

¨

AddThis Social Bookmark Button


Aku terkubur...

Semua ini mungkin tidak berarti lagi bagimu, tapi setidaknya sebelum kamu kubur aku, aku perlu ungkapkan semua kegalauanku, keresahanku dan ganjalan yang ada dihatiku..

Yang tercinta,
satu keinginanku yang terus aku pertahankan dihatiku... aku ingin apa yang haram antara kita menjadi halal.. menikahimu dengan kesungguhan, dengan tidak ada sedikitpun alasan karena suatu sebab, tidak juga dapat timbulkan kelak penyesalan...

Yang tercinta,
jujur aku mengerti dan menerima arti kecintaan hanya bersama kamu, kecintaanku tidak pernah terpikirkan olehku dan aku tidak pernah berpikir untuk mencintai kamu... yang kupikirkan hanyalah bagaimana seharusnya aku mencintai kamu, bagaimana kecintaan itu terus dapat langgeng dengan meniadakan semua hal-hal yang akan menodai kecintaan itu.

Yang tercinta,
aku pernah jalani kehidupan dengan cinta yang penuh logika, sungguh, cinta itu tidak dapat dikalkukasikan, tidak berlaku semua aturan dan prosedur baku... kecintaan tidak untuk dipelajari, tetapi aku belajar untuk menjaga kecintaan itu dari semua hal yang mungkin akan menjadi setitik noda yang merusak kecintaan itu sendiri

Yang tercinta,
aku harus selesaikan semua yang telah kutetapkan...
selesaikan semua keinginan yang telah kau ucapkan...
selesaikan dengan sebaik-baiknya
agar kecintaanku padamu tidak ternodai seperti yang kamu inginkan

¨

AddThis Social Bookmark Button


Seperti kemarin...

Selasa, Maret 18, 2008

Tampak seperti kemarin,
ketika hari-hari penuh dengan warna kehidupan..
dan malam-malam penuh dengan pesona..
ketika kecintaanmu masih mengembara dalam ruang hatiku,

tetapi sekarang,
ku tak bisa bendung derasnya aliran kecintaanmu,
ku tak mampu tutup rapat pintu hatiku,
agar aliran kecintaanmu yang bersemayam dihatiku
tetap bersemayam diperaduannya,
ku tak mampu cegah derasnya aliran kecintaanmu,
pergi tinggalkan peraduannya di ruang hatiku...

¨

AddThis Social Bookmark Button


Masa itu sudah tiada...

Seperti kemarin,
ketika kecintaanmu memenuhi ruang hatiku..
ketika semua impianku dimulai dari sekilas pandanganmu..
ketika semua impian berakhir pada penglihatanmu..
Ketika harapan semua tertumpu padamu..
Ketika mataku berbinar saat terdengar namamu..
ketika napasku tersekat ketika mendengar suaramu..
Ketika kecintaanku menyebabkan benakku dipenuhi namamu..
Ketika kutahu realita aku dengan kamu...

Tampak seperti kemarin,
ketika hari-hari penuh dengan warna kehidupan..
dan malam-malam penuh dengan pesona..
ketika kecintaanmu masih mengembara dalam ruang hatiku,

tetapi sekarang, masa-masa itu sudah tiada lagi..
kecintaanmu telah pergi..
tinggalkan peraduannya di ruang hatiku...

¨

AddThis Social Bookmark Button


keAKUanmu

Kamis, Maret 13, 2008

Katamu,

Aku maunya begini, aku maunya begitu, iya.. ggak?
Aku maunya harus tau aku, memang aku seperti itu.
Ngerti dong, itulah aku!

Kukatakan,
Iya... aku mengerti, ambil semua keakuanmu, lakukan semua keakuanmu, puaskan hatimu demi keakuanmu, karena itu menjadi tolok ukur bagimu.

Aku harus bilang apa?
Bagaimana dengan aku?
"EGP", jawabmu!

¨

AddThis Social Bookmark Button


Kamu dimana saat itu...

Ketika kegelisahan menderaku dengan hebatnya, ketika kegundahan menggumpal di hati, ketika aku benar-benar mengharapkan ada sesuatu yang dapat mewakili keberadaanmu...

Ketika itu kamu sedang asyik melupakanku... dan aku asyik menahan semua rasa yang mendera jiwa karena dilupakan, terlupakan dan tidak diinginkan...

Dan kamu berhasil... aq harus bilang apa?

¨

AddThis Social Bookmark Button


Palingkan aku kepada-MU

Rabu, Maret 12, 2008

Aku begitu berharap cintanya sehingga lupa akan cinta-Mu. Aku cintai buah-hatiku, buah-hatinya sehingga kulupa cinta orang yang mencintai-Mu. Aku tunaikan cintaku kepadanya sehingga ku lupa cinta amal yang membawaku ke samping-Mu
Kujaga segala hal agar dapat membuatnya selalu mencintaiku sehingga aku lupa jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu. Kuraih, ku genggam, ku rengkuh hatinya sehingga aku lupa jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu. Kutempuhi langkah tuk tunaikan kerinduanku padanya sehingga aku lupa bahwa kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
('tur nuhun...ameliamz)

¨

AddThis Social Bookmark Button


Biar !

Selasa, Maret 11, 2008

Melekat erat kecintaanku,
Ku genggam erat kerinduanku,
Ku kepal erat bersama kegundahanku..

Kerinduan ini terus membentuk
merasuk penuhi ruang hatiku
diam bersemadi dan enggan terusik lagi.

Biarkan kecintaan membakar jiwa..
Biarkan kerinduan tenggelamkan hati...
Biarkan kegundahan sesakkan dada...

Biar, biarkan semua..
Biarkan, biar semuanya
mengalir tanpa seharusnya
tuk puaskan keinginan hatimu
tuk capai kebahagiaanmu

¨

AddThis Social Bookmark Button


Karena begitu menyatu

Demikian dalamnya kecintaanku padamu yang harus aku imbangi dengan pedihnya kelaraanku,
karena telah begitu menyatu...
demi turuti kemauanmu,
atas nama kebahagiaanmu,
hingga akhirnya aku sendiri tidak tahu apa kebahagiaanku, apa harapanku,
apa makna dari semua ini ketika dengan tegas dan mantapnya hatimu bahwa aku untuk dilupakan,
bahwa aku tidak perlu ada dalam ruang hatimu...

Kalau memang itu memuaskan hatimu....
tidak lagi karena waktu...

¨

AddThis Social Bookmark Button


Be Happy !

Minggu, Maret 02, 2008

Be Happy!
Itu yang dapat aku katakan... Happy akan perjalanan yang akan dilakukan, happy dalam perjalanan dan selama di tempat tujuan dan happy sekembalinya dari perjalanan kamu.

Be Happy!
Aku? Siapa yang bisa "happy" jika dilupakan? Siapa yang bisa "happy" dengarkan semua kegembiraan yang diinginkan tidak dapat dilakukan?

Be Happy!

¨

AddThis Social Bookmark Button


Ketulusan? atau Pembenaran?

Selasa, Februari 26, 2008

A'uudzuu billaahi minasy-syaithaanir rajiim. Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim

Ketulusan adalah Kebersihan Hati, bersih dari niat buruk. Bila bersih (tulus) niat kita maka kita mendapat Barokah. Barokah beda dengan Rezeki. Barokah tidak selalu terlihat Tapi dapat dirasakan dalam hati. Barokah membuat kita semakin dekat dan semakin mengenal Tuhan, bila tidak, itu bukan barokah

DIA Maha Mendengar, Dan Menjawab semua doa tulus hamba-Nya. Sudahkah hati ini tulus bersih? Sehingga DIA berkenan menjawab doa hamba ini?. Hati bersih tercermin dengan hidup yang saleh "tanpa pura-pura". Bila hidupnya saleh tanpa pura-pura maka itu cerminan dari kebersihan hatinya dan doanya akan diterima DIA Yang Maha Mendengar

wa-idzaa sa-alaka 'ibaadii 'annii fa-innii qariibun ujiibu da'watad-daa'i idzaa da'aani falyastajiibuu lii wal-yu'minuu bii la'allahum yarsyuduun
(artinya)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)
Kadang si hamba meminta A tapi tidak diberi itu bukan karena DIA tidak menjawab doa hamba-Nya; Allah Mahatahu bahwa A tidak baik buatnya maka diberi B. A dan B bisa sesuatu bisa seseorang bisa hal-hal yang kasat mata bisa pula hal-hal yang tidak kasat mata

A mungkin baik menurut pandangan hati si hamba tapi justru menjauhkannya dari hadirat-NYa Maka diberi B agar dia semakin dekat kepada-Nya Dan itu, termasuk pula Barokah. Bukan besarnya Tapi ketulusan lah yang membawa barokah dan Persaudaraan

Semoga Allah mengampuni saya dan mencurahkan banyak barokah buat Anda.

Disadur : entah dari mana

¨

AddThis Social Bookmark Button


Haruskah kau alami?

Senin, Februari 25, 2008

Kecintaanku padamu sudah demikian mendalammya. Andai tidak kupunya rasa mahabbahku ke sang Khalik, mungkin engkaulah puncak kecintaanku. Kecintaan itu membuat demikian tipisnya beda antara kesedihan dan kebahagiaan, kecintaan dan kebencian, keceriaan dan kegundahan. Kebahagiaan yang kau panjatkan untukku justru seolah menjadi cambuk yang membuatku semakin getir, karena kau tahu tidak ada kebahagiaan disitu, karena kau tahu, kata-katamu menjadi suatu yang ironi.

Ya... terserah apa maumu, terima atau tidak, kamu tidak pernah bisa mengerti, tidak mau mengerti dan tidak pernah akan mengerti, karena ku tahu egoismu lebihi hatimu, tinggalkan nuranimu, lepaskan pikiranmu. Kau tahu, kau mengerti, jika memang kau sudah alami.

Ku takkan pernah putuskan tali silaturrahim ini, karena itu do'aku. Ku kan pelihara ikatan ini, karena itu pintaku pada-Nya. Namun bukan berarti kuingin temui dirimu

¨

AddThis Social Bookmark Button