Ketulusan? atau Pembenaran?
Selasa, Februari 26, 2008
A'uudzuu billaahi minasy-syaithaanir rajiim. Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim
Ketulusan adalah Kebersihan Hati, bersih dari niat buruk. Bila bersih (tulus) niat kita maka kita mendapat Barokah. Barokah beda dengan Rezeki. Barokah tidak selalu terlihat Tapi dapat dirasakan dalam hati. Barokah membuat kita semakin dekat dan semakin mengenal Tuhan, bila tidak, itu bukan barokah
DIA Maha Mendengar, Dan Menjawab semua doa tulus hamba-Nya. Sudahkah hati ini tulus bersih? Sehingga DIA berkenan menjawab doa hamba ini?. Hati bersih tercermin dengan hidup yang saleh "tanpa pura-pura". Bila hidupnya saleh tanpa pura-pura maka itu cerminan dari kebersihan hatinya dan doanya akan diterima DIA Yang Maha Mendengar
wa-idzaa sa-alaka 'ibaadii 'annii fa-innii qariibun ujiibu da'watad-daa'i idzaa da'aani falyastajiibuu lii wal-yu'minuu bii la'allahum yarsyuduun
(artinya)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)
Kadang si hamba meminta A tapi tidak diberi itu bukan karena DIA tidak menjawab doa hamba-Nya; Allah Mahatahu bahwa A tidak baik buatnya maka diberi B. A dan B bisa sesuatu bisa seseorang bisa hal-hal yang kasat mata bisa pula hal-hal yang tidak kasat mata
A mungkin baik menurut pandangan hati si hamba tapi justru menjauhkannya dari hadirat-NYa Maka diberi B agar dia semakin dekat kepada-Nya Dan itu, termasuk pula Barokah. Bukan besarnya Tapi ketulusan lah yang membawa barokah dan Persaudaraan
Semoga Allah mengampuni saya dan mencurahkan banyak barokah buat Anda.
Disadur : entah dari mana
¨

