keAKUanmu

Kamis, Maret 13, 2008

Katamu,

Aku maunya begini, aku maunya begitu, iya.. ggak?
Aku maunya harus tau aku, memang aku seperti itu.
Ngerti dong, itulah aku!

Kukatakan,
Iya... aku mengerti, ambil semua keakuanmu, lakukan semua keakuanmu, puaskan hatimu demi keakuanmu, karena itu menjadi tolok ukur bagimu.

Aku harus bilang apa?
Bagaimana dengan aku?
"EGP", jawabmu!

¨

AddThis Social Bookmark Button


Kamu dimana saat itu...

Ketika kegelisahan menderaku dengan hebatnya, ketika kegundahan menggumpal di hati, ketika aku benar-benar mengharapkan ada sesuatu yang dapat mewakili keberadaanmu...

Ketika itu kamu sedang asyik melupakanku... dan aku asyik menahan semua rasa yang mendera jiwa karena dilupakan, terlupakan dan tidak diinginkan...

Dan kamu berhasil... aq harus bilang apa?

¨

AddThis Social Bookmark Button


Palingkan aku kepada-MU

Rabu, Maret 12, 2008

Aku begitu berharap cintanya sehingga lupa akan cinta-Mu. Aku cintai buah-hatiku, buah-hatinya sehingga kulupa cinta orang yang mencintai-Mu. Aku tunaikan cintaku kepadanya sehingga ku lupa cinta amal yang membawaku ke samping-Mu
Kujaga segala hal agar dapat membuatnya selalu mencintaiku sehingga aku lupa jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu. Kuraih, ku genggam, ku rengkuh hatinya sehingga aku lupa jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu. Kutempuhi langkah tuk tunaikan kerinduanku padanya sehingga aku lupa bahwa kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
('tur nuhun...ameliamz)

¨

AddThis Social Bookmark Button


Biar !

Selasa, Maret 11, 2008

Melekat erat kecintaanku,
Ku genggam erat kerinduanku,
Ku kepal erat bersama kegundahanku..

Kerinduan ini terus membentuk
merasuk penuhi ruang hatiku
diam bersemadi dan enggan terusik lagi.

Biarkan kecintaan membakar jiwa..
Biarkan kerinduan tenggelamkan hati...
Biarkan kegundahan sesakkan dada...

Biar, biarkan semua..
Biarkan, biar semuanya
mengalir tanpa seharusnya
tuk puaskan keinginan hatimu
tuk capai kebahagiaanmu

¨

AddThis Social Bookmark Button


Karena begitu menyatu

Demikian dalamnya kecintaanku padamu yang harus aku imbangi dengan pedihnya kelaraanku,
karena telah begitu menyatu...
demi turuti kemauanmu,
atas nama kebahagiaanmu,
hingga akhirnya aku sendiri tidak tahu apa kebahagiaanku, apa harapanku,
apa makna dari semua ini ketika dengan tegas dan mantapnya hatimu bahwa aku untuk dilupakan,
bahwa aku tidak perlu ada dalam ruang hatimu...

Kalau memang itu memuaskan hatimu....
tidak lagi karena waktu...

¨

AddThis Social Bookmark Button