Logikaku tidak mampu menghitung kepastian itu
Sabtu, Maret 22, 2008
Yang tercinta,
Maafkan aku, aku tidak akan menjadi suamimu sebelum aku benar-benar mampu tuk mengayomi dengan tulus dan ikhlas. Aku masih lebih sering mementingkan diriku sendiri, memilih untuk berdebat mengenai hal-hal yang tidak pernah kita perdebatkan...
Yang tercinta,
Maafkan aku, untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah kamu berikan, namun aku belum membalasnya dengan perhatian dan kasih sayang yang sama yang sudah kamu tumpahkan padaku. Aku bukannya tak mau dan aku bukannya tak mampu. Kadang-kadang apa yang telah terucapkan, apa yang telah tertanam dihatiku, menjadikan dasar logika saat menjawab semua pertanyaanmu... padahal kutak inginkan logika atas kecintaan itu...
Maaf.. logikaku tidak mampu menghitung kepastian itu...
¨

