Logikaku tidak mampu menghitung kepastian itu

Sabtu, Maret 22, 2008

Yang tercinta,
Maafkan aku, aku tidak akan menjadi suamimu sebelum aku benar-benar mampu tuk mengayomi dengan tulus dan ikhlas. Aku masih lebih sering mementingkan diriku sendiri, memilih untuk berdebat mengenai hal-hal yang tidak pernah kita perdebatkan...

Yang tercinta,
Maafkan aku, untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah kamu berikan, namun aku belum membalasnya dengan perhatian dan kasih sayang yang sama yang sudah kamu tumpahkan padaku. Aku bukannya tak mau dan aku bukannya tak mampu. Kadang-kadang apa yang telah terucapkan, apa yang telah tertanam dihatiku, menjadikan dasar logika saat menjawab semua pertanyaanmu... padahal kutak inginkan logika atas kecintaan itu...

Maaf.. logikaku tidak mampu menghitung kepastian itu...

¨

AddThis Social Bookmark Button


Aku terkubur...

Semua ini mungkin tidak berarti lagi bagimu, tapi setidaknya sebelum kamu kubur aku, aku perlu ungkapkan semua kegalauanku, keresahanku dan ganjalan yang ada dihatiku..

Yang tercinta,
satu keinginanku yang terus aku pertahankan dihatiku... aku ingin apa yang haram antara kita menjadi halal.. menikahimu dengan kesungguhan, dengan tidak ada sedikitpun alasan karena suatu sebab, tidak juga dapat timbulkan kelak penyesalan...

Yang tercinta,
jujur aku mengerti dan menerima arti kecintaan hanya bersama kamu, kecintaanku tidak pernah terpikirkan olehku dan aku tidak pernah berpikir untuk mencintai kamu... yang kupikirkan hanyalah bagaimana seharusnya aku mencintai kamu, bagaimana kecintaan itu terus dapat langgeng dengan meniadakan semua hal-hal yang akan menodai kecintaan itu.

Yang tercinta,
aku pernah jalani kehidupan dengan cinta yang penuh logika, sungguh, cinta itu tidak dapat dikalkukasikan, tidak berlaku semua aturan dan prosedur baku... kecintaan tidak untuk dipelajari, tetapi aku belajar untuk menjaga kecintaan itu dari semua hal yang mungkin akan menjadi setitik noda yang merusak kecintaan itu sendiri

Yang tercinta,
aku harus selesaikan semua yang telah kutetapkan...
selesaikan semua keinginan yang telah kau ucapkan...
selesaikan dengan sebaik-baiknya
agar kecintaanku padamu tidak ternodai seperti yang kamu inginkan

¨

AddThis Social Bookmark Button


Seperti kemarin...

Selasa, Maret 18, 2008

Tampak seperti kemarin,
ketika hari-hari penuh dengan warna kehidupan..
dan malam-malam penuh dengan pesona..
ketika kecintaanmu masih mengembara dalam ruang hatiku,

tetapi sekarang,
ku tak bisa bendung derasnya aliran kecintaanmu,
ku tak mampu tutup rapat pintu hatiku,
agar aliran kecintaanmu yang bersemayam dihatiku
tetap bersemayam diperaduannya,
ku tak mampu cegah derasnya aliran kecintaanmu,
pergi tinggalkan peraduannya di ruang hatiku...

¨

AddThis Social Bookmark Button


Masa itu sudah tiada...

Seperti kemarin,
ketika kecintaanmu memenuhi ruang hatiku..
ketika semua impianku dimulai dari sekilas pandanganmu..
ketika semua impian berakhir pada penglihatanmu..
Ketika harapan semua tertumpu padamu..
Ketika mataku berbinar saat terdengar namamu..
ketika napasku tersekat ketika mendengar suaramu..
Ketika kecintaanku menyebabkan benakku dipenuhi namamu..
Ketika kutahu realita aku dengan kamu...

Tampak seperti kemarin,
ketika hari-hari penuh dengan warna kehidupan..
dan malam-malam penuh dengan pesona..
ketika kecintaanmu masih mengembara dalam ruang hatiku,

tetapi sekarang, masa-masa itu sudah tiada lagi..
kecintaanmu telah pergi..
tinggalkan peraduannya di ruang hatiku...

¨

AddThis Social Bookmark Button